Cara jadi C P N S

Saya adalah CPNS tahun 2015. Sejak saya dinyatakan lulus tes CPNS, banyak orang yang bertanya baik ke saya maupun ke orang tua saya.

“Jadi CPNS dibawa siapa neng?”

“Anak bapak lulus CPNS, bayar berapa?”

“Harus siapin uang berapa biar bisa jadi PNS?”

Menurut saya pertanyaan seperti itu bisa muncul mungkin karena memang pernah ada yang jadi PNS dengan memberikan sejumlah uang atau kenal dengan salah satu pejabat.

Saya tekankan disini, bahwa saya dan banyak CPNS lainnya, tidak mengeluarkan uang serupiah pun untuk lulus tes CPNS. Saya hanya mengeluarkan uang saat pemberkasan untuk tes kesehatan di rumah sakit, dan itu pun dilakukan setelah saya dinyatakan lulus.

“Terus tau dari mana kalau ada tes? Ko saya ga tau”

Nah ini nih, pertanyaan kaya gini nih, seolah-olah tes CPNS itu tertutup dan hanya diketahui segelintir orang, padahal mungkin orang yang nanyanya aja yang kurang update.

Jadi, saya mau cerita aja gimana prosesnya sampai akhirnya saya bisa lulus tes CPNS.

1. DAFTAR

Sekitar bulan Agustus atau September 2014, bahkan jauh-jauh hari sebelum itu, di internet dan di media sosial, terutama Facebook sudah banyak info berseliweran tentang pembukaan tes CPNS. Nah, kita harus pintar-pintar baca informasi-informasi ini, karena tidak semuanya benar.

Waktu itu, saya hanya percaya dengan berita yang beredar dari surat kabar terpercaya atau dari website pemerintah langsung.

Sampai akhirnya ada yang share informasi mengenai tes CPNS ini sambil menyisipkan link bkn.go.id atau panselnas.menpan.go.id

FYI, website pemerintahan biasanya menggunakan domain .go.id

Saat itu, hampir semua kementrian dan pemerintah daerah membuka pendaftaran CPNS dalam waktu bersamaan. Semuanya difasilitasi oleh webnya panselnas. Paling kita buka web kementrian atau pemerintahan tertentu untuk mengetahui formasi dan syarat-syarat pendaftaran.

Proses registrasi dilakukan secara Online di web panselnas. Saya mendaftar ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saya bisa memilih 3 formasi jabatan. Waktu itu saya hanya memilih 1 formasi jabatan saja, karena pertimbangan jarak.

Di daftar formasi itu diberitahu yang dibutuhkan jabatannya apa, lulusan pendidikan apa, dan instansinya dimana. Kalau saya dulu cara mencari formasi yang cocok itu dengan search jurusan kuliah saya dulu, misal Ilmu Komputer. Setelah ketemu, saya cek lokasi instansinya, kalau cocok saya kasih tanda, terus cek nama jabatannya, sekiranya saya mampu saya kasih tanda juga. Baru setelah itu ditimbang-timbang, saya akan daftar kemana.

Jadi saya ga takut akan ditempatkan di daerah yang saya ga mau, karena saya sudah tau dari awal lokasi penempatannya, malah saya yang pilih sendiri.

Kenapa harus di-search? Soalnya formasinya banyaaaaaaaak banget, kalau dicari satu-satu kan buang-buang energi. Cara search-nya gimana? Tinggal tekan CTRL+F aja di keyboard, simple.

Setelah selesai proses registrasi, terus cetak deh kartu pesertanya. Setelah itu menunggu info mengenai waktu dan tempat pelaksanaan tesnya. Pokonya harus rajin-rajin buka web resminya aja biar ga ketinggalan info.

2. TES

Tes pertama adalah TKD (Tes Kemampuan Dasar). Meteri tesnya dibagi jadi 3 yaitu, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelejensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Setelah selesai tes, langsung muncul di layarnya TWK betul berapa, TIU betul berapa, TKP betul berapa. Jangan lupa dicatet. Jadi ketika sewaktu-waktu ada pengumuman mengenai persentase dari masing-masing tes, bisa punya gambaran lulus atau tidaknya.

Jarak antara tes dan pengumuman hasil lumayan lama sekitar sebulan. Kalau lulus TKD, maka akan masuk ke tahap kedua yaitu seleksi administrasi. Disini saya harus mengirimkan berkas-berkas ke kementrian, hanya diberi waktu 10 hari untuk tahap ini. Berkas-berkas standar aja ko, ditambah surat sehat dan sertifikat TOEFL.

Setelah lulus seleksi administrasi, saya mengikuti TKB (Tes Kompetensi Bidang), sebelum tes kemdikbud sudah memberikan kisi-kisi di webnya. Jadi belajarnya sesuai dengan kisi-kisi aja. TKB juga dilaksanakan secara online dan seperti TKD jumlah betulnya langsung terlihat setelah selesai tes.

Alhamdulillah, setelah melewati tahapan di atas saya dinyatakan lulus tes CPNS di awal tahun 2015. Jadi prosesnya sekitar 5 bulanan lah yaa..

Oiya, ada beberapa pemerintah daerah yang tidak melaksanakan tes secara online, jadi tahap awalnya itu langsung seleksi administrasi baru tes tulis. Ada juga beberapa instansi yang menambahkan tahap wawancara setelah TKB. Jadi tahap-tahapnya semua tergantung pada instansi yang kita pilih, tidak selalu sama seperti yang saya ceritakan diatas.

Cara biar lulus gimana?

Berusaha dan berdoa. Percaya bahwa rezeki tidak akan tertukar.

1 Comment

  1. Rey

    March 31, 2017 at 8:02 am

    mantap ibu nice info

Leave a Reply