Tas ASIP Gendong

Tas gendong kemana-mana.. Tas gendong kemana-mana..

Tas Gabag

Saya suka banget pake tas gendong. Hampir semua tas saya adalah tas gendong. Termasuk waktu seserahan, saya minta tas gendong, ampe ibu saya ngomel-ngomel, “Masa buat seserahan minta tas gendong, tas selendang atuh teh buat kerja”. Lah, saya kerja memang pake tas gendong, soalnya bawa laptop setiap hari.

Sekalinya punya tas yang diselendang (bisa dicangklong juga) itu waktu saya hamil. Soalnya berasa aneh kalau lagi hamil terus pake tas gendong, beres hamil saya pake tas gendong lagi. Termasuk untuk tas ASIP saya sengaja beli yang digendong merk Gabag (ini bukan endorse ya sis). Kenapa gabag? Kenapa ga merk lain? Ga tau juga yah, berhubung yang beli tasnya suami dan dibeli dalam kondisi buru-buru karena butuh tasnya cepat, mungkin suami cuma tau merk Gabag atau di tokonya cuma ada tas itu. Hehe.

Tas Gabag

Sekarang walaupun udah ga perah ASI, tasnya masih tetap dipakai. Seperti yang kalian semua tau, kalau punya anak bayi itu kemana-mana selalu bawa barang banyak. Nah tas gabag ini kepake banget kalau saya berpergian bawa Rafa.

Tas Gabag

Buat yang penasaran isi tasnya apa yu dilanjut bacanya (kaya ada yang penasaran aja)

Taraaaaa ini penampakan tasnya dari deket. Sebenarnya kalau dari desain dan warna tas saya kurang suka, tapi abaikan itu, karena fungsi tas ini lebih penting.

Tas ASIP Gabag versi Backpack

Di pinggir tas ada dua kantong kecil, biasanya saya simpan botol susu disitu. Nah kantong kecil didepan tas, saya isi dengan kantong kresek. Bawa bayi itu harus selalu sedia kantong kresek, terutama buat buang popok sekali pakai. hihi~

Tas ini ada 2 kompartemen. Yang dibawah itu untuk simpan ASIP, karena kompartemen bawah dilapisi dengan bahan tahan air dan pad untuk sistem insulasi agar daya tahan dingin lebih lama. Kompartemen bawah ini luas, jadi bisa menampung sekitar 8 botol ASIP bahkan lebih.

Karena udah ga perah ASI lagi, jadi kompartemen bawah saya pakai buat simpen makanan. Misal seperti di foto dibawah ini, saya bawa termos makanan (biasanya diisi nasi tim / bubur), tempat makan yang bawah isinya buah naga yang sudah dipotong-potong, tempat makan yang atas isinya tempe + daging cincang (kalau tidak salah ingat, hehe), mangkok bersih, dan sendok. Oiya, saya bawa pisau juga, persiapan kalau saya bawa buah yang harus dikupas atau dipotong.

Tas ASIP Gabag versi BackpackSementara kompartemen atas buat simpan perlengkapan perah ASI, seperti pompa ASI atau botol-botol ASIP kosong. Nah kalau sekarang saya pakai buat simpan berbagai perlengkapan Rafa, seperti bisa dilihat di gambar dibawah ada popok sekali pakai, perlengkapan membuat susu (termos, tempat susu formula, tumbler isi air dengan suhu normal), susu UHT (persiapan kalau tidak memungkinkan bikin sufor, misal karena males mendera, hahaha), botol dot, gelas minum, dan tisu basah. Biasanya ditambah dengan tisu kering dan baju ganti.

Tas ASIP Gabag versi Backpack

Di bagian dalam tas kompartemen atas ada kantong berjaring, saya isi dengan buku kesehatannya Rafa, untuk jaga-jaga aja sih.

Tas kompartemen atas dan kompartemen juga bisa dipisah. Tinggal dibuka aja retsletingnya.

Nah sekian isi tas gendong saya selama setahun terakhir, belum ada niat untuk ganti tas selama Rafa masih makan makanan buatan rumah hehe.

Leave a Reply