Tantangan Orang Tua Era Digital

Sudah pernah nonton video diatas? Kalau belum, coba ditonton dulu ya..

Udah nontonnya?

Bagaimana pendapat Anda tentang video diatas? Bukan tentang kualitas videonya, tapi tentang konten videonya atau tentang materi yang mereka bicarakan.

Kalau saya pribadi setelah selesai menonton video diatas, saya merasa ada yang mengganjal di hati. Ada beberapa hal yang saya setuju dengan pernyataan-pernyataan Om Dedi maupun Kang Arap. Tapi banyak juga yang kurang sreg di hati dan pikiran saya. Tentu wajar ya, pemikiran tiap orang kan tidak sama. Saya yakin ketika Om Dedi membuat video ini pun pasti sudah tau bahwa akan ada orang yang pro dan kontra.

Saya sudah pernah nonton beberapa video Kang Arap sebelum saya lihat di video ini. Saya sih kurang suka dengan kontennya dan jujur dengan gaya bahasa Kang Arap nya sendiri. Jadi ya channel Kang Arap ini otomatis saya tinggalkan. Saya bukan orang suci yang ga pernah ngomong kasar, saya juga sering denger kata-kata kasar di lingkungan sekitar saya. Tapi ya gimana lagi, telinga saya tetap tidak terbiasa dan hati ini langsung menolak. Ya mungkin pengaruh didikan orang tua saya juga dan mungkin karena saya pernah jadi guru, yang salah satu tugasnya mengingatkan anak-anak untuk tau kapan bisa menggunakan kata-kata kasar.

Oke, saya ga akan bahas lebih lanjut mengenai Kang Arap. Toh Kang Arap bebas ko mau membuat apa di youtube dan mau bicara apa di video yang ia buat. Ga ada rule yang melarang juga. Saya juga sebagai penonton bebas menentukan video seperti apa yang akan saya tonton, kalau ga suka ya ga usah ditonton, kalau suka ya diapresiasi (seperti like atau subscribe).

Nah di video diatas, poin bagusnya adalah pernyataan dari Om Dedi yang bilang, “Bukankah lebih mudah ngurusin anak anda daripada ngurusin orang lain?”

Maksudnya Om Dedi, daripada kita caci maki atau nasihatin Kang Arap (via komen yutub atau email) yang belum tentu dia baca atau dia peduliin lebih baik kita berusaha mendidik anak kita sesuai dengan yang kita inginkan tanpa membatasi orang lain.

Secara yang ngomong kasar di yutub bukan cuma Kang Arap doang, tapi banyak. Belum yang dari luar negrinya. Kebetulan aja Kang Arap ini hits, makanya dia jadi sorotan. Eh bentar, Kang Arap hits? Iya hits banget, di waktu saya nulis ini, saya buka channelnya dia sudah punya 1.372.009 subscriber. Emejing ga sih? Iya. Dengan jumlah subscriber youtube yang emejing ini dia bisa mempengaruhi orang-orang yang nonton videonya. Saya yakin nih followers Instagramnya dia juga pasti banyak (ga sempet liat IG-nya, hehe). Makanya banyak orang yang ga suka karena takut memberi pengaruh buruk untuk yang nonton terutama anak-anak kecil atau ABG labil yang lagi mencari jati diri.

Nah Kang Arap bilang, “Kalau kalian membebankan semuanya ke creator (pembuat konten youtube), well, tugas elu sebagai orang tua apa?” JLEB. Saya sebagai orang tua, ya walau anaknya masih bayi tetep disebut sebagai orang tua kan, merasa tersindir juga.

Saya suka dengan cara Om Dedi mendidik atau menyikapi ketika Azka, anaknya, nonton video 18+ atau video dengan banyak kata kasar. Mungkin akan saya adaptasi dengan sedikit penyesuaian ketika nanti Rafa sudah bisa nonton video Youtube sendiri. Sungguh ya, ini zaman serem banget. Dengan teknologi semua hal bisa dengan mudah didapatkan. Makanya jadi emak bapak ga boleh gaptek di zaman ini. Liat banyak banget kriminalitas di zaman sekarang yang ga ada di zaman dulu. Dengan teknologi, orang dengan niat zahat semakin besar peluangnya. So, kita sebagai orang tua harus benar-benar mempersiapkan anak-anak kita untuk menghadapi dunia di zaman ini. Bukan hanya dibekali ilmu agama (ini wajib, no 1) dan ilmu pengetahuan (seperti matematika dan geografi), tapi ilmu teknologi dan beladiri jadi hal penting kalau menurut saya.

Di akhir video ada pernyataan bagus dari Kang Arap, “Lu yang ngatur kapal lo mau seperti apa, karena lo nakhodanya. Elu orang tuanya. Azka bisa seperti ini, karena orang tua yang seperti ini, bukan karena gua yang kaya gini”

Oke, banyak banget hal yang bisa saya ambil dari video ini, tapi tetap masih ada yang mengganjal di hati. Tapi saya bingung mau mengungkapkannya gimana. Dan akhirnya saya nemu video ini:

Saya baru tau kalau Kang Anji punya gaya bicara yang enak, hehe.Btw, saya bukan pengikut Anji di media sosial, saya bisa nonton video di atas karena ada di daftar rekomendasi di Youtube.

Akhirnya, saya nemu yang bisa mewakilkan perasaan mengganjal di hati saya.

Jadi menurut saya, dua video diatas itu bagus dan saling melengkapi. Dua-duanya memberikan gambaran betapa mengerikannya dunia yang kita tinggali saat ini, apalagi nanti saat anak-anak kita sudah mulai besar. Nah sekarang tinggal bagian kita nih sebagai emak-bapak, mau dibawa kemana anak kita nantinya. Apa yang harus dipersiapkan untuk bekalnya? Apa yang harus dibatasi? Bagaimana caranya? Semua tergantung Anda sebagai orang tua.

“The children will become who you are, so be who you want them to be” – David Billy

Tonton dua video diatas dan kasih tau saya tanggapan kalian 🙂

Leave a Reply