Love Yourself

Sebagai seorang wanita, penampilan fisik menjadi poin penting. Maka dari itu sebagian besar wanita selalu memperhatikan penampilannya. Bener ga?

Saya kaya gitu soalnya.. berat badan saya setelah melahirkan ga turun-turun, eh malah kepercayaan diri saya yang menurun. Ditambah dengan wajah yang sejak beberapa bulan lalu dipenuhi jerawat, makin jatuhlah rasa percaya diri saya.

Lalu mulai muncul rasa khawatir terhadap perasaan suami, karena istrinya berubah jadi gendut dan jerawatan.

Sebagai istri tentu ingin memberikan yang terbaik untuk suami termasuk penampilan fisik. Walau suami saya bilangnya sih ga masalah, tapi tetep jadi kepikiran.

Setelah berkali-kali menyuarakan kekhawatiran saya, akhirnya suami saya bilang gini:

“Tau ga? Ada yang lebih penting dibanding penampilan kamu.”

“Apa?”

“Perhatian dari istri”

JLEB

Jadi, suami saya lebih terganggu ketika istrinya sibuk mikirin diri sendiri sampai mengurangi perhatian ke suami.

Menurut suami saya, contoh bentuk perhatiannya seorang istri itu adalah ketika istri:

• meluangkan waktu untuk berbagi cerita setiap harinya
• ‎memasak untuk suami walau hanya memasak masakan yang simpel
• ‎menyiapkan air minum di pagi hari dan saat suami pulang kerja
• ‎memijat tanpa diminta oleh suami
• ‎mengingatkan suami ketika ia melakukan kesalahan

Itu aja.

Banyak suami yang tidak menjadikan penampilan fisik sebagai poin pertama dalam berumah tangga.

Kalau suami saya bilangnya, poin pertama adalah perhatian.

Masa perhatian cuma pas pacaran aja?

Terkadang kaum wanita mempunyai kekhawatiran berlebih ketika bentuk tubuh dan wajah tidak sesuai dengan harapan, apalagi standar cantik sebagian wanita itu kaya artis korea. Tubuh langsing, kulit putih, dan wajah mulus.

Dengan kekhawatiran itu, akhirnya jadi suudzon sama suami sendiri padahal suaminya anteng-anteng aja.

Sebetulnya yah, setiap orang itu punya sesuatu yang dikhawatirkan dengan tubuhnya masing-masing. Yang membedakan adalah cara menyikapi kekhawatiran itu. Ada yang dibawa pusing banget kaya saya, muahahhaa, tapi banyak juga yang dibawa santai~

Ketika kekhawatiran itu terus bertumbuh dalam diri, menurut saya itu merupakan benih-benih ketidakcintaan terhadap diri sendiri. Karena setiap ngaca tuh, yang terpikir adalah hal-hal buruk terus.

We all have our imperfections. But I’m human, and you know, it’s important to concentrate on other qualities besides outer beauty.

-Beyonce-

Jadi akhirnya saya menemukan alasan kenapa beberapa minggu ini saya merasa tidak bahagia karena saya tidak mencintai diri sendiri.

Saya terlalu fokus terhadap keburukan-keburukan diri sendiri, baik keburukan secara fisik maupun non fisik.

Sampai akhirnya peran saya sebagai seorang istri, ibu, dan pegawai tidak optimal karena pikiran saya penuh dengan hal-hal negatif dan jadi sensitif banget kaya testpack. Bahaha.

Terimakasih untuk mimih @octyvz yang sudah jadi temen curhat, muaaaah.

 

8 Comments

  1. octyvz

    November 4, 2017 at 2:51 am

    kayanya semua suami juga gitu yaa.. skrg malah aku yg sering ngerecokin kamu ngeluh tentang jerawat aku. HAHAHAHA.

    thanks for always listening ichaaaa ❤❤❤
    #alwayslisteningalwaysunderstanding
    #asaiklan
    😂

  2. Mia

    November 16, 2017 at 1:40 pm

    Beruntung punya suami kaya gitu…. Semoga selalu harmonis

    1. ica

      November 17, 2017 at 6:21 am

      Aamiiin. Terima kasih. Doa yang sama untuk mba Mia 🙂

  3. hani

    November 16, 2017 at 10:48 pm

    Hehe…suami ya kadang2 komentar saya skrng ga selangsing dulu. Santai aja sih…dianya juga ngegendutan kok…

    1. ica

      November 17, 2017 at 6:22 am

      iya yah, padahal istri ngegendutin juga gara-gara ulah suami
      #gamaudisalahin #padahalmakanterus

  4. merisa

    November 17, 2017 at 5:56 am

    unik ini. dinamika rumah tangga yg penuh misteri. butuh balance ya .. shg kondisi ga berbalik juga. disaat kita sudah memberikan perhatian penuh ke suami.. eh suaminya ‘ngeluh’ ke perubahan fisik kita dg guyonan 😆. jd bisa dibilang .. yg penting komunikasikan apa keresahan hati kita..yg bikin kita krg perhatian ke suami.. cari kesepakatan .. jalani bersama.. solusikan bersama.. dan bahagia bersama.. heehe

    1. ica

      November 17, 2017 at 6:23 am

      nah iya mba. kuncinya ada di komunikasi 🙂

Leave a Reply