Belajar Bikin Film

Sekitar dua minggu yang lalu, saya diberi tugas oleh kantor untuk mengikuti Pelatihan Pembuatan Film sebagai Media Pembelajaran IPA di Lembang bersama para Widyaiswara, Guru IPA, dan Laboran.

Kegiatannya hasil kerjasama antara kantor dengan Pusat Pengembangan Film Kemendikbud. Narasumbernya adalah Aditya Gumay. Tau ga? Itu loh.. yang punya sanggar ananda dan sutradara Lenong Bocah.

Dalam 3 hari, waktu yang sangat singkat untuk buat film, saya mendapatkan materi mulai dari pembuatan skenario, pengambilan gambar/video, praktik pembuatan film, sampai editing video. Semua materi diberikan secara singkat, padat, dan jelas.

Prakteknya, kami dikelompokkan dalam 3 kelompok. Kelompok Fisika, Kimia, dan Biologi. Saya bergabung dengan kelompok Kimia.

Tahap 1 : Penentuan Tema Cerita

Di tahap ini, kelompok memilih tema pembelajaran yang nantinya akan dibuatkan film. Tema harus berhubungan dengan mata pelajaran Kimia. Kelompok saya akhirnya memilih topik Katalis. Berhubung saya bukan orang ‘IPA’ jadi saya dijelaskan dulu oleh guru-guru dan widyaiswara apa itu Katalis. Hehe. Dan kami memutuskan judul filmnya adalah KATALIS CINTA.

Tahap 2 : Pembuatan Scene Plot

Setelah menentukan tema, kami membuat scene plot nya. Scene Plot adalah uraian singkat yang ada di setiap scene. Jadi scene plot akan ditulis dari scene 1 hingga scene terakhir.

CONTOH SCENE PLOT

  1. Di penginapan di Amsterdam. Gelar baru mau membuka kopernya,  Diza memberi tahu dia baru dapat rundown dari  Kak Adenin,  ternyata ada penampilan HiVi juga. Gelar kaget   tak  menyangka HiVi juga ikut dalam delegasi budaya mereka  cuma  beda waktu kedatangan   saja di Belanda. David  datang,  bilang boleh gak dia sekamar dengan mereka, dia males sekamar  dengan Ditra. Diza bilang mungkin Kak Adenin sengaja ngasih  David sekamar dengan Ditra supaya mereka bisa akur.

Setelah membuat scene plot, setiap kelompok mempresentasikannya di depan dan Mas Aditya Gumay langsung memberikan perbaikan-perbaikan jika ada cerita yang ‘aneh’.

Tahap 3 : Penulisan Skenario

Skenario terdiri dari :

  • Scene Heading, menerangkan kepada si pembaca skenario dimana scene yang bersangkutan bertempat.
  • Action, menerangkan kepada pembaca skenario tentang apa yang terjadi dalam scene yang bersangkutan. Siapa tokoh yang ada, apa yang dia / mereka lakukan, dan apa yang terjadi.
  • Nama Tokoh
  • Dialog

Contoh Skenario Katalis Cinta :

SCENE VISUAL AUDIO (NARASI, DIALOG, ILUSTRASI)
1. INT. Teras Rumah Yudi. Pagi Yudi sedang membaca koran di teras. Echi selaku penghuni baru Chemistry Regency, Masuk ke Halaman Rumah Ketua RT (Yudi) untuk melapor. Yudi terpesona pada pandangan pertama kepada Echi.

 

 

 

 

Saat sedang mengobrol, datanglah Komar yang ingin mengurus e-KTP. Komar pun terpesona pada Echi yang cantik.

Echi : Assalamualaikum
Yudi : Waalaikumsalam
Echi : Ini rumah Pak RT?Yudi terpesona melihat kecantikan echi..Yudi berdiri sarungnya melorot, yudi langsung membetulkan sarungnya.Yudi : Iya.. saya pak RT.
Echi : (Menyalami yudi) Saya Echi warga baru disini. Saya baru pindah ke rumah nomor 5 dan mau melapor ke Pak RT.
Yudi : Oh begitu. (salah tingkah) neng echi tinggal sama siapa dirumah?
Echi : Saya tinggal sendiri.
Yudi : (Semangat) jadi single sekarang? Sama dong dengan saya..
Echi : Oh.. Pak RT duda?
Yudi : ohh… bukan.. saya belum dapat jodoh aja.. bingung ya seumur saya belum dapat jodoh.?
Echi : yah.. jodohkan di tangan tuhan PakKomar : Assalamualaikum
Echi dan Yudi : Waalaikumsalam (menengok ke arah suara)
Yudi : Eh Komar, ada apa?
Komar tidak menjawab karena bengong melihat wajah Echi.
Yudi : Hey, Komar!! (menepuk pundak Komar)
Komar : Eh iya pa rete?
Yudi : Malah bengong, ada apa datang kemari?
Komar : Tadinya saya mau membuat E-KTP pa rete, tapi ga jadi deh.
Yudi : Loh kenapa?
Komar : Saya mau buat SIM aja
Yudi : SIM ?
Komar : Iya, Surat Izin Menikah.
Yudi : Mau menikah sama siapa sampeyan? Kan situ Jomblo
Komar melirik ke arah Echi sambil mengangkat alisnya berkali-kali. Yudi melipat tangannya sambil menggelengkan kepala melihat perilaku Komar.

CUT TO

** Tulisan berwarna hitam : Tulisan original dari tim kimia

** Tulisan berwarna merah : perbaikan dari Mas Aditya Gumay

Kebetulan, untuk bagian dialog (kolom ke-3 pada tabel diatas) saya yang tulis. Karena waktu yang sangat mepet, tidak memungkinkan untuk membuat skenario lengkap secara bersama-sama. 1 kelompok terdiri dari 19 orang, jadi agak sulit membuatnya kalau beramai-ramai. Jadilah saya mencoba untuk membuat skenarionya.

Keesokan paginya, skenario diberikan ke Mas Aditya Gumay untuk diberikan perbaikan. Setelah itu, skenario dipresentasikan. Alhamdulillah, tulisan saya dapat diterima oleh anggota kelompok saya dan setelah diberi perbaikan oleh Mas Adit menjadi skenario yang luar biasa.

Tahap 4 : Pengambilan Video alias Shooting

Sebelum memulai shooting, kami harus memilih pemeran-pemerannya. Seharusnya pemilihan dilakukan dengan Casting, tapi sayangnya kami tidak mendapat pembimbing dari tim nya mas aditya gumay, sehingga tidak tau dan akhirnya memilih pemeran sesuai kriteria kami.

Shooting berlangsung kurang lebih 6 jam. Beberapa kesulitan yang kami hadapi saat shooting diantaranya kesulitan menghapalkan dialog, apalagi pemerannya bukan anak muda. Lalu, tidak adanya pengarah akting, hehe. Hujan yang turun sejak pagi pun membuat kami harus berpikir dalam mengatur lokasi shooting.

Keseluruhan sih menyenangkan. Bisa tau, kalau jadi artis sinetron itu hese sodara-sodara.

Oiya kameramen-nya langsung dari tim mas Aditya Gumay.

Tahap 5 : Editing Video

Nah untuk pengeditan video langsung dari tim mas Aditya Gumay. Jadi kami hanya memberikan skenarionya dan caption mengenai materi Katalis. Kalau mau sih, bisa aja temenin editornya. Tapi kami udah kecapean dan takutnya malah menganggu editornya. Jadi kami percayakan saja pada editornya.

SELESAI

Keesokan harinya, kami akhirnya menonton film yang dibuat dalam waktu 2 hari 2 malam. Editor mengedit video bener-bener semaleman. Dari sehabis maghrib sampai jam 8 pagi. Ga tidur. Tepuk tangan untuk tim editor.

Inilah hasil dari pelatihan pembuatan filmnya :

Tim Kimia

Tim Fisika

Tim Biologi

Sebelum penutupan, ternyata Mas Adit memberitahukan bahwa beliau memberikan penghargaan untuk Aktor dan Aktris Terbaik, Skenario Terbaik, dan Tim Terbaik. Beliau dengan ikhlas merogoh honornya (hehe) untuk memberikan hadiah kepada kami.

Daaaaaan, Alhamdulillah tim Kimia mendapat penghargaan sebagai Skenario Terbaik dipilih langsung oleh Mas Aditya Gumay. Saya sebagai perwakilan (karena saya yang paling banyak nulis skenarionya, katanya) akhirnya maju ke depan dan bersalaman dengan Mas Adit. Di depan saya diberikan ‘Piala’ dan diminta memberikan sepatah dua patah kata layaknya pemenang penghargaan di tivi *dadah-dadah*

Menurut saya penting sih membuat media pembelajaran yang kekinian. Secara sekarang muridnya adalah ‘Kids Zaman Now’ yang mainannya Youtube, Instagram, dan Webtoon. Maka ada baiknya membuat media pembelajaran yang dapat dibuka di Youtube atau berbentuk Webtoon.

Nah sekarang lagi trend-nya membuat video lalu diupload di Youtube. Bahkan tidak sedikit ‘Kids Zaman Now’ yang cita-citanya ingin jadi Youtubers. So, membuat film pendek dapat menjadi alternatif media pembelajaran efektif di zaman sekarang.

1 Comment

  1. octyvz

    November 19, 2017 at 7:51 am

    aaakkk rilis film lengkapnya akhirnyaaa~
    jadi ga nulis skenrio FTV teh?
    7jt loh HAHAHA

Leave a Reply