Mangga Bohong

Ketika sedang isi bensin di pom bensin (ya iyalah masa di alpamart), aku tiba-tiba melihat tukang buah di pinggir jalan.

Tergodalah aku dengan buah mangga kupas yang dipajang disana. Warnanya oranye, tampak segar.

Dengan senang hati, Pak Suami turun dari mobil dan membelikan dua buah mangga. Satu untukku dan satu untuk anakku yang sedang menunggu di rumah.

Tanpa menunggu lama, aku langsung mengambil sepotong buah mangga dan menggigitnya.

Aku terkejut saat gigiku bersentuhan dengan buah itu, sangat keras. Betul-betul tidak bisa digigit. Belum lagi rasa asam kecut yang tertinggal di lidah. Dengan cepat kusimpan kembali potongan mangga itu.

Namun rasa kagetku muncul kembali saat melihat jari-jariku yang habis memegang potongan mangga tersebut menjadi warna oranye.

Ternyata warna mangga nya menempel di jariku. Karena penasaran, potongan mangga yang tadi sudah aku gigit tapi gagal itu aku ambil kembali dan terlihatlah bagian mangga yang sudah terjilat lidahku berubah warna menjadi putih.

Aku membuka cermin dan mataku melebar saat melihat lidah dan bibirku menjadi oranye.

Suamiku yang sedang menyetir terbahak-bahak melihat kelakuanku, sementara aku cemberut, kesal karena kena tipu tukang buah.

1 Comment

Leave a Reply