Kembali-an

“Mba, kembaliannya diganti permen aja ya?”

Saya selalu meng-iya-kan saja pertanyaan semacam ini, agar urusan cepat selesai. Tapi pada suatu hari, saya pernah menjawab dengan jawaban berbeda.

“Ngga mba. Mau pake uang aja.”

Penjualnya terlihat kaget, lalu dia pun memberikan kembalian saya berupa uang. Tapi sebelum memberikan kembalian itu, dia sempet ngedumel dan bilang, “Uang receh aja diminta.”

FYI, nominal kembalian yang saya minta adalah 700 rupiah.

Ko saya jadi kesel ya? Apa saya kelewat baper atau kelewat pelit?

Kalaupun kondisi ini terjadi karena penjual tidak ada kembalian sama sekali, bukan berarti hal ini diperbolehkan loh, menurut saya.

Sebagai penjual, memang seharusnya menyediakan uang kecil untuk kembalian.

Kalau memang kebetulan tidak ada sama sekali uang kecilnya dan pembeli menolak opsi mengganti dengan permen, apakah itu jadi salah pembeli?

Menurut artikel yang saya baca yang berjudul BI: Uang Kembalian Tidak Boleh Diganti Permen, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman menjelaskan bahwa untuk kembalian dengan permen jelas tidak boleh. Karena permen bukanlah alat pembayaran untuk mengembalikan uang. Maka dari itu BI sebagai otoritas menyediakan uang logam pecahan kecil untuk kembalian ini.

Dan di kondisi saya di atas, jelas-jelas penjual ada uang untuk kembalian tapi malah menawarkan permen sebagai kembalian. Kan KZL.

***

Ngomong-ngomong soal uang koin atau uang receh, kadang kita secara ga sadar suka meremehkan keberadaannya. Apalagi yang nominalnya 100 atau 200 rupiah.

Tapi tahukah Anda, bahwa di luar sana banyak orang yang hidupnya bergantung dari uang koin ini.

Foto di atas saya ambil ketika sedang pulang dari kantor dan berhenti di perempatan.

Lelaki itu sedang memungut uang-uang koin yang berhamburan saat akan dimasukan ke dalam sakunya.

Banyak orang yang bisa makan hari ini karena mengumpulkan uang-uang koin sedikit demi sedikit. Jadi, hargailah apapun walau itu kecil. Yang menurut kita kecil, belum tentu menurut orang lain.

Ini pernah saya upload juga di instastory. Saya share disini juga deh hehehe.


4 Comments

  1. Diah

    May 10, 2018 at 9:57 am

    Iiih Mbak, koq kita samaan yaah? KZL banget deh klo kembaliannya diganti jadi permen, kadang malah suka nodong, langsung nyodorin gitu aja tanpa ijin, isshh KZL, mending klo bilang didonasikan drpd balikin pake permen, rrrgghhh.
    Btw, ini udah lama pengen saya jadikan postingan jg tp blm terlaksana juga.

    1. annisaa_ica_blog

      May 12, 2018 at 2:53 am

      didonasikan juga kadang ga jelas didonasikan kemana sih hehehe

      ayo buat tulisan, biar banyak orang yang tau bahwa pelanggan berhak menolak kembalian permen

  2. merisa putri

    May 11, 2018 at 3:53 pm

    dan aku juga tukang kesel kl ditawarin permen. bodo amat di dumelin .. mending kasih ke yg mmbutuhkan dr pada ke ….

    1. annisaa_ica_blog

      May 12, 2018 at 2:54 am

      iya kan kak?
      kita dumelin balik aja *eaaaaa

Leave a Reply