Tanda Lahir di Wajah Anakku

Anak saya, Rafa, mempunyai noda kecoklatan di pipi sebelah kirinya. Noda itu baru terlihat saat Rafa berusia 6 bulan. Awalnya samar, lama kelamaan semakin jelas. Awalnya berupa noda kecil, lama lama semakin membesar.

Saya dan suami, sempat membawa Rafa ke dokter kulit untuk meminta penjelasan. Kami penasaran karena saat Rafa lahir, wajah Rafa bersih. Dua dokter bilang itu adalah tanda lahir dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

Saat mendengar penjelasan dokter, saya dan suami lega karena tanda lahirnya tidak berbahaya, tapi juga khawatir karena tanda tersebut berada di wajah. Akhirnya dokter memberikan krim untuk menyamarkan tanda lahirnya, karena Rafa masih terlalu kecil untuk diberikan tindakan seperti laser.

Namun, setelah menggunakan krim selama 6 bulan, tidak ada perubahan. Akhirnya saya hentikan penggunaan krim tersebut.

Saya dan suami tidak lagi pergi ke dokter kulit. Kami hanya berharap semoga semakin besar, tanda lahirnya akan memudar. Tapi sampai saat ini, usia Rafa 2 tahun 6 bulan, kami merasa tanda lahirnya semakin jelas. Semakin banyak juga orang-orang yang kalau lihat Rafa, selalu bertanya, “Kenapa itu mukanya? Dulu mah perasaan ga ada.”

Saya dan suami santai sih. Selama anaknya sehat, kami pikir tidak masalah. Namun, jujur saja sebagai orang tua kami mempunyai kekhawatiran. Khawatir jika nanti tanda lahir di wajah ini akan menurunkan rasa percaya diri Rafa. Sekarang karena Rafa masih kecil, dia belum mengerti. Tapi beberapa tahun lagi, dia akan bersosialisasi dengan orang lain. Bukan tidak mungkin, ada orang-orang yang bertanya mengenai wajahnya.

Saya dan suami sudah mempersiapkan diri sejak sekarang. Kami sama-sama belajar dan berupaya agar Rafa tidak malu, percaya diri, dan nyaman dengan kondisi tubuhnya. Agar Rafa bisa seperti yang kami mau, saya dan suami tentu harus sama-sama mengubah diri dulu. Rafa harus mempunyai figur yang bisa dijadikan contoh.

Pengen anak PD, tapi Ibu dan Ayah nya pemalu. Piye?

Pengen anak Sholeh, tapi Ibu dan Ayah nya jarang shalat. Piye?

Ini PR banget buat saya. Saya sering merasa tidak PD dengan tubuh saya, bahkan dengan suami sendiri pun. Saya pernah menulis tentang ini di tulisan dengan judul Love Yourself.

Nanti, saat Rafa bertanya tentang wajahnya, saya akan bilang, “Tanda lahir ini penanda dari Allah bahwa kamu spesial, nak. Banyak orang yang mempunyai tanda lahir, tapi hanya sedikit yang mempunyai tanda lahir di wajah. Tidak ada yang salah dengan wajahmu, nak. Buktikan pada semua orang, bahwa tanda lahir di wajah bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi.”

Menurut dokter, tanda lahir ini bisa dihilangkan dengan tindakan laser. Tapi harus menunggu usia anak minimal 7 tahun.

Kelak ketika Rafa sudah besar dan sudah mengerti, saya dan suami akan memberikan pilihan kepada Rafa. Apakah ia akan menghilangkan tanda lahirnya atau tidak. Kami ingin Rafa yang menentukan pilihannya sendiri, karena itu adalah wajahnya.

Sebagai orang tua, tugas kami adalah menyayangi, membimbing, dan mengajarkan anak kami. Maka, sebelum Rafa bisa menentukan pilihannya sendiri, kami akan berusaha bersama-sama membangun kepercayaan diri dan kecintaan terhadap dirinya sendiri juga kepada Allah SWT. Bismillah.

 

3 Comments

  1. Reytia Anindita

    July 2, 2018 at 10:08 pm

    Mba, anakku juga ada tuh tapi di daerah perut… Jadi penasaran jg kenapa bisa gitu yaa. Semoga anak dan ortu sehat selalu ya 🙂

    1. annisaa_ica_blog

      July 3, 2018 at 2:24 am

      Aamiin terimakasih mba. Semoga saat besar bisa semakin samar ya mba..

  2. octyvz

    July 5, 2018 at 9:00 am

    Ga terlalu keliatan banget sebenernya kalo sekilas cha.. tapi Rafa nantinya pasti bisa menentukan pilihan terbaik yes. Ayra juga ada tanda lahir btw. tapi di betis. Lebih kentara dari yang Rafa. Semangat Ibuuun <3

Leave a Reply