Catatan Jaka #1

Pada hari senin tanggal 25 Juli 2019, suami saya, Jaka, mengeluh tidak enak badan sehingga akhirnya hanya masuk kantor setengah hari. Keesokan harinya, kami pergi ke puskesmas untuk periksa, lalu dokter di sana menyarankan cek darah ke lab jika demam terus berlangsung selama 3 hari.

Hari kamis pagi, Jaka cek darah di lab karena sampai rabu malam masih demam. Pihak lab bilang hasilnya bisa diambil pukul 10 pagi. Sambil menunggu hasil, Jaka masih mengerjakan pekerjaan kantor. Dia merasa baik-baik saja. Demam sudah turun, tidak ada lemas ataupun pusing. Dia sudah siap berangkat kerja.

Tapi pada pukul 9 pagi saya di telepon oleh Lab, saya diminta mengambil hasil sesegera mungkin karena dari hasil lab, Jaka butuh tindakan segera. Kami pun bergegas ke lab. Disana kami diarahkan untuk menemui dokter spesialis hematologis, namun karena masih pagi, dokter spesialis hematologis di klinik terdekat belum praktek.

Kami bingung, akhirnya pergilah kami ke puskesmas, karena ada teteh saya sebagai perawat yang kerja di sana. Hehe. Di puskesmas, setelah melihat hasil cek darah, Jaka harus segera masuk IGD karena trombosit hanya 40.000 (normalnya 150.000-450.000) dan leukosit mencapai 17.000 (normalnya 4.500-11.000).

JIP yang merasa sehat, hampir menyetir sendiri mobilnya ke IGD. Sebelumnya pun perjalanan ke lab dan puskesmas, doi nyetir olangan. Seriously, he looks fine.

Di RS Al-Islam, Jaka langsung masuk IGD dan dinyatakan harus rawat inap dengan diagnosis DHF (Dengue High Fever) alias Demam Berdarah.

Berdasarkan pengalaman keluarga, teman, bahkan dokter dan perawat di RS, pasien DHF akan pulih paling lama 7 hari, walau ada beberapa kasus yang 10 hari baru pulih. Siklus DHF itu biasanya trombosit akan turun drastis tapi langsung naik lagi.

Jus Kurma, yang tanpa kehadiran ojek online mungkin tidak akan pernah sampai ke tanganku. Buat yang domisili di Bandung bisa beli jus kurma ini ke Toko Joban yaa.

Berbagai minuman yang katanya dapat menaikkan trombosit langsung keluarga belikan dan Jaka minum tanpa protes. Akhirnya di hari ke-6 ada kenaikan trombosit sejumlah 1.000 setelah sebelumnya terus turun sampai trombositnya berjumlah 13.000, kami sudah bergembira karena katanya kalau sudah ada kenaikan sekali, trombosit akan terus naik. Bahkan dokter bilang kalau ada 2x kenaikan trombosit, Jaka bisa pulang ke rumah. Namun sayang, keesokan harinya trombosit Jaka turun lagi 2.000. Sehingga dokter melakukan tes darah lanjutan yaitu tes darah tepi untuk mengetahui kemungkina ada kelainan darah.

Oh iya, karena jumlah leukosit Jaka yang diatas normal terdapat kecurigaan ada infeksi sehingga selama dirawat Jaka diberi antibiotik. Sempat di tes urin untuk mencari tau penyebab infeksi namun hasilnya bersih, tidak ada yg tidak normal. Jaka pun tidak ada keluhan apapun selain demam yang hanya muncul di 3 hari pertama rawat inap.

Hasil tes darah tepi keluar di hari ke-9 rawat inap, tanggal 2 Agustus 2019. Hasilnya dibacakan oleh dokter di malam hari, sekitar setengah jam sebelum terjadi gempa pandeglang. Dari hasil tes ada kecurigaan Jaka merupakan suspect leukemia akut.

DEG.

Ini benar-benar di luar dugaan kami. Tidak pernah muncul sekalipun di benak kami berdua, nama penyakit ini muncul dari mulut dokter. Kami selalu mencoba berpikiran positif, sehingga ketika mendengar hal itu, jujur saja otak saya kosong. Saya dan Jaka hanya bisa terdiam mendengar penjelasan dokter, mencoba mencerna kata-kata yang terdengar, berharap tidak ada informasi penting yang luput dari pendengaran. Setelah dokter keluar kamar, kami sempat saling bertatapan selama beberapa saat dan barulah air mata ini menetes. Yaa Allah Yaa Rabb, kami berpelukan saling menguatkan satu sama lain, sembari berharap dan berdoa diagnosis ini keliru.

Untuk penanganan lebih lanjut, Jaka diperbolehkan pulang dari RS Al-Islam dan dirujuk ke dokter spesialis hematologis-onkologis di RSHS atau RS Santosa.

Bersambung…

1 Comment

  1. Catatan Jaka #2 - ica's life

    August 21, 2019 at 3:32 am

    […] Catatan Jaka #1 dapat dibaca di sini. […]

Leave a Reply