Re-Heart: Anniversary KIMI 2019

Sebagai manusia goa, bisa pergi ke acara RE:HEART ini suatu pencapaian yang sangat luar biasa loh.

Berawal dari kebutuhan untuk me-recharge hati dan jiwa yang semakin hampa setiap harinya, aku memaksa diri untuk gerak dan daftar acara ini.

Keputusan yang tidak akan pernah aku sesali, walau harus kontak sana sini untuk cari yang gantiin jaga suami di RS. Hampir semua saudara yang biasa bantu jaga suami, ga bisa gantiin. Udah hampir menyerah aja dan bilang ke suami kalau aku ga akan jadi pergi aja.

Tapi suami yang tau aku pengen banget kesana, tetep nyuruh pergi, biarin aja dia sendirian di RS. Tapi kan aku mana tega.. Akhirnya coba lagi memperluas komunikasi ke temen kuliah. Alhamdulillah ada yang mau dan bersedia jagain suami seharian. Alhamdulillah.

***

Sampai kesana, langsung disambut oleh bebo-bebo yang ramah padahal belum pernah ketemu sama sekali. Semuanya tersenyum, menyambut, dan memeluk dengan hangat. Jadi tidak merasa asing dan sendiri.

Acara dibuka oleh duet MC yang kocak beut, Teh Abon dan A Sonay. Luar biasa ya dua MC ini,  bikin senyum sampai ngakak guling-guling sepanjang acara. Ice breaking “ASHIK” nempel banget di kepala, walau bikin patah leher hahaha.

 

Acara pertama adalah permainan seru yang dipandu oleh Bupon Achi dan Mama Rieka. Mulai dari menggambar wajah sendiri tanpa melihat, kenalan sambil nyanyi, game tangan kusut berkelompok, sampai joged tiktok. Gustiii, kalau bukan di acara KIMI, kapan lagi eikeu bakal mau jojogedan kaya gitu.

Berikutnya adalah sharing dari tiga pembicara, yaitu Teh Avi, Teh Atit, dan Teh Puti.

Teh Avi dulunya merupakan seorang jurnalis detik.com selama 9 tahun. Sekarang doi menjadi founder dari BeritaBaik, sebuah portal berita yang memberikan berita-berita baik dan positif kepada masyarakat Indonesia. Berangkat dari kegelisahan Teh Avi selama menjadi jurnalis dan editor yang sering meliput berita negatif, sehingga membuat Teh Avi kehabisan energi dan mengalami trauma. Teh Avi juga bercerita mengenai kegiatan sosialnya yang ternyata merupakan cara dia untuk lebih mencintai dirinya sendiri.

Teh Atit, bumil 6 bulan ini sangat ceria. Senyum tidak pernah lepas dari wajahnya. Hal yang berkesan dari Teh Atit adalah cerita mengenai dirinya yang seorang bucin sejak masa sekolah. Teh Atit lebih mudah mencintai orang lain dibanding dirinya sendiri, sehingga dia bertekad untuk meredesign hidupnya agar lebih mencintai diri sendiri dan hidup dengan ‘sadar’. Teh Atit selalu membagi hal dalam hidupnya menjadi tiga, yaitu Body, Mind, and Soul. Sebagai contoh, Teh Atit sedang menerapkan pola hidup sehat. Menurutnya, makanan itu sangat berpengaruh pada Body, Mind, and Soul. Teh Atit tidak ingin berumur panjang, karena umur sudah ada yang memutuskan. Namun ia ingin terus sehat sampai umurnya habis. Menjaga asupan nutrisi yang masuk ke tubuh merupakan investasi yang akan ia lakukan untuk mencapai tujuannya.

Teh Puty, seorang ilustrator yang dulunya seorang geologist. Berbagi cerita tentang bagaimana ia membagi waktunya antara pekerjaan sebagai ilustrator yang menurut orang-orang “bisa kerja dimana saja” padahal mah “dimana-mana kerja” dan mengurus keluarga. Dia bilang bahwa “motherhood” itu tidak semua tentang anak, bukan berarti kita memberikan semua untuk anak. Tapi juga tentang kebahagiaan dan kewarasan seorang Ibu. Motherhood bukan tentang membiarkan anak bebas berekspresi sehingga anak dibebaskan untuk corat coret dimana-mana dan berantakan sana sini, tapi tetap harus dibatasi.

Lalu, watu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Bintang tamu acara ini, yaitu Sophie Navita mulai naik ke atas panggung dan berbagi tentang bukunya yang berjudul Hati yang Gembira Adalah Obat.

Eh ga tau kenapa nih aku ga bisa merangkum apa yang disampaikan Mba Sophie, udah lima menit nih bengong aja ga tau mau nulis apaan. Intinya, Mba Sophie menekankan bahwa kita ini adalah manusia yang berharga, jangan karena omongan orang, kita jadi merasa tidak berharga. Tuhan menciptakan semua manusia itu pasti dengan gembira, jadi tidak mungkin hasilnya menjadi tidak berharga.

Duh, pokonya doi kece banget lah. Aku jadi penasaran dengan buku barunya Mba Sophie. Tunggu reviewnya ya guys hehe.

Nah, setelah selesai acara sharing menyaringnya, dilanjut dengan acara yang bikin peserta pulang dengan mata sembab dan hidung merah. Padahal ya, acaranya itu kita cuma diminta bernapas aja sambil merem. Bernapas dengan sadar. Pake backsound entah lagunya siapa.

dan…

aku nangis sesenggukan, hmm~

Saat air mata mulai mengering, eh acara berlanjut ke peluk memeluk. Ambyar sudah hati ini, ku mewek lagi T_T

Dipeluk itu bahagia banget loh, sebahagia itu..

Jadi, jangan sungkan untuk memeluk orang tua, anak, teman, sahabat, pasangan kita. Bahkan kaata Ridwan Kamil, pelukan 20 detik sehari itu dapat mengurangi stress.

***

Di acara kemarin, selain pembicara yang keren, booth yang nongkrong disana juga oke banget. Bahkan semua booth itu diberikan waktu untuk promosi sejak seminggu sebelum acara melalui WhatsApp Grup khusus peserta Re-Heart. Jadi kita bisa siap-siapin isi dompet dulu nih sebelum acara, bisa rayu-rayu suami dulu untuk PO barangnya biar ga kehabisan..

Sayang beribu sayang, percaya atau tidak, aku tuh cuma ada dikiiiiit banget foto-foto disana. Duh nyesel amaaat.

Leave a Reply