Wake Me Up When September Ends

Bulan September tahun ini luar biasa.

7 September : 100 hari kematian Ibu

11 September : Hari ulang tahun Alm. Jaka

14 September : Hari ulang tahun Alm. Bapak

Biasanya jika bulan September tiba, aku adalah orang paling sibuk, karena selain Jaka dan Bapak, adik dan ayah Jaka juga berulang tahun di bulan September. Sejak bulan Agustus, biasanya aku sudah menyiapkan list kado yang akan diberikan pada semuanya.

Tahun ini aku sibuk juga, sibuk mengunjungi makam-makam orang tersayang. Rasanya berat sekali melewati bulan September ini, bahkan bulan Agustus pun terasa berat. Untuk pertama kalinya seumur hidup, aku ingin melewati bulan Agustus dan September. Aku ga bisa membayangkan menghabiskan hari ulang tahun-ku tanpa kehadiran Ibu, Bapak, dan Jaka. Sejak jauh hari, aku sudah merasakan sedih dan membayangkan hari ulang tahun akan makin menyedihkan.

Tapi, terima kasih untuk keluarga Jaka yang selalu ada untuk aku dan Rafa. Terima kasih karna sudah mengingat hari ulang tahun-ku. Terima kasih sudah memberi nasi tumpeng, yang biasanya dibuatkan oleh Alm. Ibu. Terima kasih sudah memberi kue dan kado, yang biasanya diberikan oleh Alm. Jaka. Terima kasih sudah mendoakan, yang biasanya dilakukan oleh Alm. Bapak.

Terima kasih :’)

 

 

 

 

Leave a Reply